MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT




"Orang yang bersyukur adalah orang yang menggunakan raganya untuk selalu menerima, yang menggunakan lisan untuk memuji - Nya, dan menggunakan hati untuk selalu merasa Allah adalah satu - satunya"
Allah memberikan karunia kepada manusia itu tidak terbatas, lantas apakah manusia tidak mensyukurinya? Wujud syukur pada Allah Swt. itu terbagi atas tiga bagian, yaitu :
  1. Syukur dengan hati, yakni dengan menyadari sepenuh – penuhnya nikmat yang diperoleh adalah semata – mata karena anugerah dan nikmat dari Allah. Syukur dengan hati mengantarkan manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa harus berkeberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut.
  2. Syukur dengan lisan, syukur dengan lidah adalah mengakui dengan ucapan bahwa sumber nikmat adalah Allah sambil memuji – Nya. Di dalam Al-Qur’an pujian kepada Allah disampaikan dengan redaksi “Alhamdulillah”. Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang dipuji, walaupun ia tidak memberi apa pun baik kepada si pemuja ataupun kepada yang lain.
  3. Syukur dengan perbuatan, menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penciptaan atau penganugerahannya. Ini berarti, setiap nikmat yang diperoleh menuntut penerimanya agar merenungkan tujuan dianugerahkannya nikmat tersebut oleh Allah.
Sebagian dari kita masih sering lupa bahwa nikmat yang diberikan Allah itu amat banyak dan sering tidak kita sadari. Seperti masih diberi kesempatan untuk melihat dunia, mendengar kicauan burung yang saling bertautan, berjalan dengan kaki yang lengkap bahkan menebar senyuman pada semua orang adalah nikmat yang Allah berikan pada kita. Jadi.. sudahkah kita bersyukur hari ini?

Komentar